Pages

Minggu, 17 Maret 2019

MEMAHAMI DIALOG INTERAKTIF PADA TAYANGAN TELEVISI/SIARAN RADIO

MEMAHAMI DIALOG INTERAKTIF PADA TAYANGAN TELEVISI/SIARAN RADIO
1. menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber
A. Pengertian dan ciri-ciri dialog. 
Dialog adalah kegiatan beberapa lisan antara dua orang atau lebih. Dialog umumnya berisikan tanya jawab untuk saling bertukar pikiran mengenai suatu persoalan ataupun peristiwa. Dialog merupakan bentuk komunikasi lisan. Oleh karena itu ketika menyimak suatu dialog, citi ragam bahasa lisan yang dapat kita temukan didalamnya, antara lain; 
  1. Kalimat pendek-pendek
  2. Banyak menggunakan kata-kata tidak resmi (non formal), seperti aja, tapi enggak, kenapa, gimana dll.
  3. Banyak menggunakan kata - kata seru (interjeksi), seperti wah, ya, sih, ah, asyik, hai, kok, lho, nah, wah,
B. Memperhatikan isi dialog dengan baik
Agar Imformasi - Imformasi yang ada dalam dialog dapat disimak dengan baik, kamu perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Tangkaplah maksud para pembaca Pahami tujuan utama pembicara dalam dialog dapat itu sehingga kita dapat lebih mudah menangkap inti masalah yang disampaikan.
  • Temukanlah pokok-pokoknya. Seorang pembicara (narasumber ) sering memberikan penekanan pada butir-butir penting selama pembicararaanya. Untuk itu, kita harus jeli dalam mendapatkan pokok atau menteri-menteri penting itu. Jika hal itu bisa didapat, kita tidak kesulitan dalam memahami keseluruhan uraian pembicara.
  • Mimik dan gerak-gerik para pembicara merupakan sumber Imformasi yang tidak kalah pentingnya untuk kita cermati. Mimik dan gerak gerik para pembicara dapat membantu kita dalam mencerna secara lebih jatuh isi pembicaraanya. Dari tanda-tanda itulah kita bisa menilai ketulusan hati, kejujuran, pendirian dan integritas pembaca.
C. Mecatat pokok-pokok dialog
Perhatikan contoh teks dibawa ini. Guru atau temanmu akan membacanya. Simaklah dialog tersebut dengan baik. Leni: kebun bapak ditanami apa aja sekarang? Pak toto: wah, macam-macam len. Ada sayuran, cabe, pasang, kopi dll. Hampir semua makanan yang bisa dimakan bapak ditanam. Maksud bapak diripada kosong sia-sia lahanya lebih baik ditanami yang penting menghasilkan. Leni: tapi yang menjadi andalan bapak apa sih? Maksud saya yang menjadi penghasilan utama? Pak toto: yang menghasilkan uang, begitu ya? Yang bapak rasakan ya dari kopi. Lumayan kopi yang bapak hasilkan disini bapak jual. Sekali panen bisa menghasilkan dua atau tiga kwintal. Tanaman yang lain dapat bapak gunakan untuk keperluan keluarga bapak sehari - hari nggak dijual atau bapak bagi - bagi kekeluarga.

D. Untuk membuat suatu kesimpulan dari Isi suatu dialog.
1. Kita harus mengetahui terlebih dahulu pokok - pokok pembicaraan yang ada dalam dialog itu.
Sebagai contoh, dari catatan dialog pak toto dengan leni diatas, kita dapat membuat kesimpulan sebagai berikut: Kebun pak toto ditanami oleh berbagai tanaman yang dapat menghasilkan uang. Selain itu juga berguna untuk keperluan keluarga dan para tetangganya.

2. Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif
Mengomentari berasal dari kata "kementar" antinya, ulasan atau tanggapan atas suatu pendapat narasumber dialog, berita, pidato dan sebagainya dengan tujuan untuk menerangkan atau menjelaskan. Dengan dengan mengomentari berarti memberikan ulasan ataupun tanggapan berupa penerapan atau penjelasan. Untuk Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog, kita perlu memperhatikan langkah - langkah berikut.
  1. Menyimak dialog itu dengan baik
  2. Mencatat pokok dialog terutama pendapat para nara sumbernya.
  3. Memberikan komentar secara jelas dengan kesesuaian dengan pendapat para narasumber.
Contoh.;
  • Penanya           : kak, apa, sih, yang dimaksud dengan balada?
  • Narasumber   : balada itu maksudnya puisi yang berisi cerita tentang orang terkenal atau tokoh - tokoh pujaan.
  • Penanya       : Oh, begitu. Jadi balada itu merupakan puisi ya kak? Contohnya puisi siapa yang berbentuk balada
  • Narasumber     : Puisi-puisi W. S rendra banyak yang berbentuk balada. Misalnya, kumpulan puisi berjudul "BAllada orang-orang tercinta dan blues untuk bonnie". Berdasarkan dialog diatas, kita dapat membuat komentar -komentar seperti berikut :
  1. Menulis puisi dalam bentuk balada tentunya lebih susah daripada penulis puisi biasa alasanya, disamping kita harus mahir dalam menulis puisi, juga harus mengenal kehidupan tokohnya.
  2. Puisi S.W Rendra pasti panjang - panjang karna setahu saya yang namanya balada bentuknya jarang yang pendek.

1 komentar:

  1. Artikel yang sangat bagus dan bermanfaat sekali untuk dibaca dan menambah wawasan kalian guys! Jangan lupa dibaca ya,
    Info Seputar Bola

    BalasHapus